Sama halnya dengan kata "babu" yang kemudian diperhalus menjadi "pembantu", dan bila sang pembantu ini keluar negeri (untuk mbabu) maka akan diperhalus lagi sebutannya menjadi "Tenaga Kerja Indonesia Informal" (TKII) atau bahkan lebih kerennya lagi dengan pangkat "Pahlawan Devisa" eufimisme tersebutpun dimaksudkan sama yaitu untuk memperhalus bahasa. Sayangnya bahasa yang terdengar halus ini tidak dibarengi dengan nilai kesantunan dan keberadaban. [RieRie]Alinea pertama diatas tertulis oleh seorang babu yang sampai saat ini juga masih konsisten dengan dunia perbabuan tersebut. Beliau juga sduah mulai dikenal dengan branded-nya sebagai Srinthil si babu ngeblog, RieRie nama (panggilan)nya.Ya, satu perkembangan tentang kabar perbabuan acapkali saya dapatkan dengan bahasa lain dan dengan penyampaian yang sangat beda dari tulisan-tulisan beliau. Tanpa tedheng aling-aling, tanpa berlaku (sok) manis bin jaim alias jaga imej apa yang dilihat dan dialaminya dikemas dalam bahasa yang sederhana dan mudah di mengerti sebagai bahasa rakyat jelata. Namun bukan berarti ini sebagai karya remeh temeh lho...! Yang masih penasaran silahkan bisa menyimaknya di babungeblognya blogspot, dan jika mau kenalan bisa keep in touch dirumah Multiply-nya juga (silahkan ceklik link2 tersebut).Kenapa saya paparkan sedikit tentang babu (ngeblog) disini...? Satu pertanyaan itu sangat tepat kali ini.Malam Minggu kemarin saya telah menikmati sebuah persembahan yang disuguhkan oleh "kelompok siluet" dengan pemburu kunang-kunang-nya.Sebuah pementasan teater yang menceritakan sedikit gambaran seorang tenaga kerja wanita dalam tanda kutip "babu".Satu pentas teatrikal yang menggambarkan keadaan dinegeri ini..Negeri yang sebenarnya penuh mimpi karena telah dihiasi oleh kekayaan alam juga keanekaragaman hayati, namun justru anak-anaknya jarang sekali yang memiliki mimpi di negeri sendiri. Mimpi-mimpi dinegeri sendiri seakan sirna tatkala tangan tuk meraihnya telah dibelenggu oleh kaum-kaum yang sesungguhnya bertugas sebagai pelayan anak-anak negeri ini. Karena yang sering kita lihat justru para punggawa negara (yang katanya) pengemban tugas sebagai "babu bin pelayan" bagi semua warga di negeri ini juga sudah lumayan sibuk dengan (memperkaya) diri sendiri. Bahkan meski telah berusaha meraih sebagian (kecil) dari mimpi itu, namun perlakuan yang didapat saat kembali ke pangkuan negeri ini tak jarang juga musti kembali menelan pil pahit Dengan berbagai latar belakang dan alasan akhirnya banyak yang tergiur mengejar mimpi itu dengan instan, satu alasan kenikmatan tentang hidup bahagia, hidup sejahtera adalah harapan diakhirnya. Sehingga untuk itu (kebanyakan dari) mereka rela menempuh berbagai daya dan upaya asalkan mendapatkan apa yang diinginkannya.Pergi..... meninggalkan desa tercinta adalah langkah awalnya. Dengan semangat harapan dan cita-cita yang diharap bakal dituainya mengantarkan diri tuk tak lagi berpikir tentang bakalan menjadi apa disana nantinya..... demi satu tekad semata akan perwujudan sebuah cita-cita mimpi.Namun kita juga tak boleh menutup mata, kita harus tahu bahwa tak semua alasan itu sama yaitu karena keinginan pribadi, lebih dari itu adalah keadaan yang mengharuskan memilih jalan ini. Hanya ada harapan dalam meraih emas berkilaukan cahaya sebagai lentera. Lentera yang mereka yakini bakalan mampu menerangi gelap dan sunyi ini pada kenyataannya masih banyak ditiup angin bak menggebiri. Reda dan semakin redup kilauan cahayanya. Dan bak cahaya kunang-kunang adalah sebutan yang diproklamirkan oleh (teater) kelompok siluet.Tak ada yang (bisa) saya salahkan, dan tak ada yang (mau) dipermasalahkan, hanya saja akankah kita tetap akan membiarkan tentang gelap akibat kematian dari lentera tadi...? Sehingga kita tak bermasalah lagi karena makin terbiasa dengan sebuah ucapan dari mereka-mereka yang telah mengalami kegelapan ini, "Maka biarkanlah kami pergi, seakan kami tak akan kembali!" [uth] ___________________________________________________________________________________________Makasih saya ucapkan buat Mas Heri, "Isa photo (narsis) bareng sampean je.., daripada musti dolan nang Tempuran Magelang ta, hihi"Juga buat mBak Dyan, "wis mBakkk akhire tanpa sengaja dan di rencana ya ketemu nang GKJ ta yaa..."Buat Rie-Rie, "nyuwun sewu nyomot photomu juga ya, maturnuwun!"___________________________________________________________________________________________Keterangan gambar (dari atas ke bawah): tak semua pertanyaan butuh jawaban  | Aku udah sering mampir ke Blognya mba Ririe di Blogspot, emang lain banget bahasanya tanpa tendeng aling2. Tadinya kaget juga,tp itulah menariknya apa adanya. klopun pilihan jadi TKW itu rasanya lebih baik ketimbang jd babu di negri sendiri. Apalagi klo tujuan negara jadi TKW bukan di timteng. Rsanya lebih baik begitu.
|
 | Mas, kuwi potoe njenengan??? Eh mba rierie mpe opo mas? Angel buka link sko hape *nyengir* |
 | ssstttttttt ....... kuwi shapa ..... kok ketoke cuocok ... setuju aku ..... wkekekekekek |
 | Tri, 1. Usul gimana agar jenis huruf enak dibaca gitu. cari deh, apa kek. Juga latar MPmu ki bikin mata kerja keras.
2. Eufimisme sendiri th artinya penghalusan bahasa, jadi kalimatmu ini: "eufimisme tersebutpun dimaksudkan sama yaitu untuk memperhalus bahasa", itu kan muter2 toh? Gimana kalo misalnya, misal loh ya.. seperti ini: "eufimisme tersebutpun dimaksudkan sama yaitu untuk membuat para babu merasa juga sebagai manusia".
3. Perbanyak foto cem mbak Dyan, kurangi foto cem dirimu.
wakakakaka... |
 | Eh mba rierie mpe opo mas? Angel buka link sko hape *nyengir*  oh diatas dari link itu dari hape nggak bisa dibuka kah mBak..? yawis ini ku attached juga ya mBak http://rieblora.multiply.com/silahkan n makasih.... |
 | ohtrie wrote on Feb 28, '10, edited on Feb 28, '10 Tri, 1. Usul gimana agar jenis huruf enak dibaca gitu. cari deh, apa kek. Juga latar MPmu ki bikin mata kerja keras.
2. Eufimisme sendiri th artinya penghalusan bahasa, jadi kalimatmu ini: "eufimisme tersebutpun dimaksudkan sama yaitu untuk memperhalus bahasa", itu kan muter2 toh? Gimana kalo misalnya, misal loh ya.. seperti ini: "eufimisme tersebutpun dimaksudkan sama yaitu untuk membuat para babu merasa juga sebagai manusia".
3. Perbanyak foto cem mbak Dyan, kurangi foto cem dirimu.
wakakakaka...  wah makasih inputannya mbah Marto....
mBah Tulisane wis tak ganti sing lumayan rada gedhe yaaa..... kalo soal begron entar aja sekalian kalo lagi pas mo ganti CSS ya mBah, musti bikin2 n pilih2 yang agak sesuai tema dihati, juga nunggu hari n bukan yang tepat, bweheheheh..... mengenai eufimisme, ku kopast dari sumber aslinya. babungeblog.blogspot.com dengan judul iwak lohan....
Gambar....? weks, No komentoooo, hihi..... itu khan hanya sedikit dari bagian pemenuhan janji karena ada yang menanyakan kok aku nggak pernah pasang pict sendiri, Nah itu dia.... |
 | 0bak srinthilnya manya,,, kok kayake jarang post nang mp ya... lama juga ga ktm mbak rierie |
 | ohtrie wrote on Feb 28, '10, edited on Feb 28, '10 0bak srinthilnya manya,,, kok kayake jarang post nang mp ya... lama juga ga ktm mbak rierie  Minggu2 ini baru nderek juragane piknik ke Taiwan mBak...... |
 | ah, dibacanya udah enakan sekarang. trims |
 | Hmmm devisa negara, kusalut loh ma mereka mereka yg tetap menjunjung martabat bangsa dan keluarganya meski telah merantau di negeri orang. Banyak jg kan mreka2 yg merantau berubah. Nice post! Thanks |
 | suk neh nek ngopas sertakan sumbernya. kode etik tuh.  perasaan ki wis tak wenehi link barang lho mbah..! [RieRie]apane sing kurang ya...? mohon petunjuk, hihi |
 | nek neng kono nggone, berarti cuma tulisan di atasnya yg tulisan dia (rierie). selebihnya atau berikutnya bukan. istilahe pembaca iso keslamur.
lebih aman, tulis di bawah atau di atas, tapi dengan keterangan bahwa nih tulisan sepenuhnya dikopas dari yg bersangkutan. |
 | "Maka biarkanlah kami pergi, seakan kami tak akan kembali!" [uth]
dan kuiringi langkahmu ,dengan nafas doa yang tak hentinya kuucapkan, meniti waktu yang tak berhenti, semoga hembusan awan kelabu kan meniti kidung kerinduan akan debu tanah air |
 | karena itu, eufimisme yg kukomentari itu baiknya kamu tinjau ulang. |
 | Wah, habis mas Hariyadi ada mbak Ririe. Kamsia infonya |
 | numpang baca en numpang meluncur ke link nya ahhh ^_^ |
| |