 tapi trus gue mikir lagi... apakah kalau gue mengalami hal-hal menyakitkan dalam hidup... lalu gue harus menyalahkan diri gue sendiri yang sudah melakukan hal apapun yang menyebabkan kesakitan itu? well, mungkin iya harus 'nyadar bahwa kita sendiri yang bertanggungjawab atas 'kekalahan' dalam hidup, tapi jangan juga sampe terpuruk berlebihan menyesali kali ya... harus menjadikan kekalahan sebagai pemicu langkah ke depan untuk lebih baik! trus......... waktu gue "sesaat terpuruk"... gue pasti menyesali banget-banget apa yang 'udah gue lakukan... merutuki hal-hal enggak guna yang 'udah terjadi, lalu bilang bahwa sia-sia aja semua yang udah dilakukan, enggak ada gunanya! huhuhuuuu... yah gitu lah orang kalo lagi terpuruk biasanya menyalahkan apapun yang bisa disalahkan! hehehe... dan kalau 'udah bangun dari "koma" baru deh bisa ketawa-ketawa, ih bodoh banget gue kog bisa begitu duluuuu... 
Sengaja saya quote tulisan diatas dari rumah-blog mBak Arie sahabat tercintaku.Hanya mau sedikit berceloteh dan maaf sekali karena tak begitu pandai dalam men-describe maka disini saya tak mau membahas celotehan dari sisi ilmu yang terbungkus pada satu kitab pendidikan formal apalagi yang berbau strata, hanya mau mencoba mendongeng dari pelajaran para sesepuh yang sempet saya terima.Adalah satu kecenderungan yang sangat berat sekali pada saat kita seharusnya musti sadar-diri. Bisa metani keadaan didiri ini sebagai pengejawantahan koreksi dan atau mawas diri. Karena tak munafik kita sebagai manusia ini akan merasa sangat berat sekali apabila berkehendak untuk bisa melihat kesalahan sendiri. Kita akan lebih sibuk meneliti kesalahan serta kekhilafan orang lain, Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak mungkin kata-kata itulah yang sangat tepat buat kita (saya).Dari perjalanan hidup seperti tersebut diatas ini saya teringat sebuah pepatah sebagai kendali, "mulat sarira hangrasa wani". Yang mengandung arti tentang jati diri yang harus bisa mengkoreksi diri pula (mawas diri).Memang pada dasarnya kita bisa mengkritik orang lain, hanya saja apabila hal demikian kita lakukan kita pun musti konsekuen tuk dapat menerima kritikan dari orang lain juga. Ora waton sulaya mungkin juga harus kita mulai dari diri. Artinya kritikan yang berdasar pada nilai sopan santun dan tenggang rasa tak boleh kita tinggalkan apabila kita pun ingin memperoleh perbuatan yang sama. Bukankah satu bentuk kesombongan apabila kita hanya mau mendamba sebuah sanjungan belaka..? Panyendhu dan panyacad, Panyaruwe, serta pangudi hayu. Adalah kata-kata yang bermakna dari sebuah kritik dan saran yang telah diajarkan oleh para pendahulu. - Panyendhu dan panyacat adalah satu kritik yang (menurut pendapat saya) hanyalah sebentuk pengexpresian dari kelemahan yang bisa membuat sang obyek menjadi merah telinga.
- Panyaruwe mungkin bisa dikategorikan sebagai tindakan bijak karena mampu menjadi penengah dari satu keadaan yang ditimbulkan oleh si pelaku yang (sebenarnya) memanglah pantas untuk dikritik. Disini sang panyaruwe lebih memilih pada posisi netral tanpa ada harapan, dilakukan ya mangga namun kalaupun tak dilakukan ya terserah, tak ada pemaksaan kehendak disana namun juga bukan berarti bentuk ketidakpedulian.
- Yang mungkin agak berkonotasi positif adalah pangudi hayu, bisa didefinisikan sebagai satu ungkapan yang mengandung "saran" demi perbaikan bersama.
Melihat ungkapan-ungkapan sebagai petuah dari para pendahulu diatas sebenarnya sudah sangat layak pada saat demokrasi sebagai bentuk dari ranah keterbukaan ini diterapkan . Hanya saja mungkin yang wajib digarisbawahi adalah pemilihan bentuk yang disesuikan dengan karakter sang obyek. Empan nggo papan istilahnya, dimana tempat dan kepada siapa kritik dan atau saran tersebut musti disampaikan. Bisa memilih dan membedakan hal-hal apa saja yang musti kita terapkan pada si "A", apakah Panyendhu, Panyaruwe, atau pangudi hayu. Begitu juga pada si "B", si "C" dan yang lain-lainnya.Yang paling aman buat diri sendiri adalah kembali pada jati diri. Bahwa kesejatian rasa ini disadari atau tidak kesemuanya bermula dari pribadi kita masing-masing. Bukankah apa yang kita petik adalah juga buah dari yang kita tanam...? Dari sini saya pribadi berharap semoga saya dan teman-teman tercintaku semuanya termasuk orang-orang yang selalu bisa sadar diri untuk bisa introspeksi dengan kelanjutan bisa berupaya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah ada. Mulat sarira hangrasa wani, pribadi yang berani melihat dirinya sendiri dan tidak menyibukkan diri untuk memikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat orang lain. Bisakah kita...? [uth] ___________________Illustrasi: rumus fisika tak semua pertanyaan butuh jawaban
 | Jangan2 kamu tuh sebenarnya mbah2 yg menyamar ya Trek. |
 | tumben mas tri make kata 'gue' |
 | be ur self gt kan intinya :D |
 | perbendaharaan ungkapan jowonya banyak banget...'Mulat sarira hangrasa wani' barang iks.. |
 | gimana yaa.. namanya hidup ada aja yg bikin gak enak.. Menerima diri sendiri itu emamng susah. tapi klo mau setidaknya jadi lebih tenang gitu gak nyalah nyalahin lagi masa lalu. gak nyalahi orang yang terkait msala lalu.
*haduh ngomong apaan sih sayah.. |
 | Mulat sarira hangrasa wani,..iki kromo inggil yo mas...? |
 | tumben mas tri make kata 'gue'  Sengaja saya quote tulisan diatas dari rumah-blog sahabat tercintaku.
jadi yang ada kata "gue" itu ya yang termasuk dalam QUOTATION ta naa... hihihi, btw makasihhhh...
|
 | Nek jare pak Harto: "intinya di pengendalian diri dan introspeksi diri" ming wae mas, susah orang untuk menilai dirinya jelek, karena kita selalu tahu alasan untuk kita sendiri.. butuh orang lain dan butuh menerima omongan orang lain.. mungkin ngono
sik mas, iki aku antara OOT dan pelebaran masalah.. |
 | Nek jare pak Harto: "intinya di pengendalian diri dan introspeksi diri" ming wae mas, susah orang untuk menilai dirinya jelek, karena kita selalu tahu alasan untuk kita sendiri.. butuh orang lain dan butuh menerima omongan orang lain.. mungkin ngono
sik mas, iki aku antara OOT dan pelebaran masalah..  Yups.... Ku sangat setuju banget dengan pendapat sampean Ommmm......
Ada satu case saya alami pada akhir tahun lalu saat ada evaluasi diri menyangkut kinerja. Saya disuruh Boss untuk mengisi formulir penilaian diri, Pada saat temen2 lain sibuk mengisi formulir, aku mendingan udud wae mas... tak kosongin form itu Mas. Nah begitu event Interview hal itu ditanyakan pada saya.
"Kenapa kamu kosongin n tak diisi form ini...?" Tanya Boss pada saya Saya menjawabnya nyante n enteng saja "Adalah satu kesalahan atas ketidaksempurnaan saya kalo musti mengisi form tersebut Pak, begini...... Kalo saya harus isi pasti akan saya isi perfect atao se-enggak-enggaknya nilai 8 dari kriteria sepupuh sebagai nilai tertinggi. Apalagi ini menyangkut masalah kenaikan salary. Nah justru karena saya tak mau melakukan kesalahan itu maka mendingan tak saya isi pak. Akan lebih saya hargai apabila ada oranglain, misalnya temen2 ato kalo memungkinkan Bapak sendiri yang mengisinya. Itu obyektive namanya pak. Tak seperti yang tadi Subyektive banget"
Bossku cuma geleng kepala njuk tak tinggal lunga metui, mung tak takoni ngene sakdurunge..."ada pertanyaan lain pak...?"
huwaaa..... pancen urip iki nek digawe abot ya abot ta Ommm, mula slow but sure wae yuuukkkk,, kaya kandhane simbahku kae lhooo. hihii. nuwunn.... |
 | Paling demeh dah skrang baca tulisan mas Tri. Thanks sharingnya.
Btw emang lebih mudah ya mencari kesalahan orang lain |
 | Paling demeh dah skrang baca tulisan mas Tri. Thanks sharingnya.
Btw emang lebih mudah ya mencari kesalahan orang lain |
 | ohtrie wrote on Mar 16, '10, edited on Mar 16, '10 saya ga pernah nanam duren dapa duku, tapi saya bisa metik duku di lapaknya Bang Karman, apa metik duren di lapaknya Bang Ahmad,,,, sejauh mana ungkapan yang saya kuot itu bersesuaian dg duku dan duren yang saya petik...(halah...)  mBak Risti kalo dilapak tuh namanya bukan metik mBakkk... tinggal ngangkut aja tuh....
Kalopun Bang Ahmad ato Bang Karman itu punya pohon, dfan bisa memetik buahnya, itu berarti juga harus bayar khan..? Analoginya adalahhh, Bagaimana kalo kesejatian rasa kita ini hanya dinilai sebatas (bayaran) rupiah...? Saya rasa akan tidak lebih berharga jika dibandingkan dengan nilai sebuah Kpeercayaan khan mBak...? sementara kepercayaan itu khan datangnya bisa saja dari Instropeksi diri. Makasih... halah aku meneh ngomyang ra karuan, hihihi |
 | Mas Tri kok bisa toh belajar falsafah hidup kek gini? Ajarin dong apa resepnya hehe |
 | Mas Tri dapat dari mana elmu falsafah hidup? Bagi dong resepnya hehe |
 | tergantung dibesarkannya kali ya kalu terima kritik dengan belajar ato malah ngamuk.. di rumah ku, semua dari kecil sudah diajarin mengkritik dengan kritis.. jangan asal nyakitin tapi emang fakta gitu.. jadi kalu ku dikritikpun ku anggap buat instropeksi.. kebanyak orang emang melihat semut yang jauh daripada gajah depan mata.. :D |
 | Yuk, Laras nunut sinau ae mas, hehe mas Tri seng ngolek bahan dan yg mengupas, membahas dan laras yg mbaca huehehe setuju toh? |
 | aku sadaaaaaaarrrrrr...........*langsung bangun dari pingsan* |
 | baca yang aats, kok kayaknya mustahil mastrie bisa gue elu gue elu..ternyataaaa..punya mbak ari.. err..akhir2 ini kok postingan mbak ari mampir disini terus yak?cie..cieee |
 | Nek mblangkon, mbemdol mburi... :-D |
| *clingukan bar adus* Wih ana wayangan tha nang kene?
*njupuk srandal sik nyusul mas luqman* |
 | *njupuk srandal sik nyusul mas luqman*  Ha ha ha...  Lho Mbak Arie, gak opo tho Mbak, cinta itu nggak kenal batas, cinta nggak kenal logika. Dari sering jejaring maya di MP pasti cinta itu tumbuh juga  Aku seneng kok kalo Trie udah dapet pasangan perempuan yang baik kayak Mbak Arie. Swear deh, soalnya ini buat penyembuhan si Trie juga, pengidap disorientasi seksual, menyukai binatang dan tumbuhan. Daripada jatuh cinta sama binatang dan tumbuhan nggak bisa berketurunan, mending sama perempuan beneran. Ayo Mbak, aku setuju kok sama Trie, temen-temen MP juga pastinya begitu. Survey aja di MP, apakah layak hubungan Mbak Arie dengan Trie? (A) Sangat Layak (B) Layak Pasti jawaban layaknya sangat banyak. Nggak percaya? Nyok kita buktiin sama-sama... * Tetep dengan kompor dot kom |
 | luqmanhakim wrote on Mar 16, '10, edited on Mar 16, '10 |
 | meluncur ke tekape......... |
 | korban internet lambat,,,, harusnya yang muncul emoticon, malah linknya hehehehehe |
| *ngambung mas trie, bar kuwi nguncal lethong nggo mas luqman* |
 | luqmanhakim wrote on Mar 16, '10, edited on Mar 16, '10 saya pilih : A  Mas Suga udah menjawab A. Survey tetap berlangsung, dimohon temen-temen ikut mengisi kuesioner dari survey berikut:
Apakah layak hubungan Mbak Arie dengan Trie? (A) Sangat Layak (B) Layak
* Dalam semangat kompor dot kom |
 | ohtrie wrote on Mar 16, '10, edited on Mar 16, '10 Trie... Becanda itu irama jiwa, musik indah di kehidupan...  heheheheheee.... Yups yups setubuh Gannnn..!!!
Kalo gampang marah n tersinggung mending jangan becanda khan...! :) |
 | MULATSRISARIRO, HANGRASANINGDYAH! Ngono Trie? |
| hwakakkakkkkkkk mbah martooooo ai lap yuuuuuuuu |
 | saia pilih C) sangat amat layak
btw, lama2 baca posting nde sini ngingetin asista dosen jaman beuheulak di kampus selatan :( di manakah dia berada,,,hiks... |
 | haiyah, adiiikkkkk....... tak jitak juga lho cah siji ikiiiii/////
embuuuuhhh, asista nek model jaman baheulak ki ya GundhulAmaltia kae berarti taaa.... :)) Tumben kelingan kampus awakmu dikk...? :)) Wis sowan Kang Tambir durung..? Kon tilik bayii kokkkkk...  lah jare kerep kupdar, brati amat sangat layak :D garek digolekke tukon ae taa....bedak, sisir, lan liyan-liyane... :p nek dijitak brati rag sayang ro adine dewe,,yo wislah *ngikik*
hieee -.- asista ne sih enom,,,umur e sih 25, tapi omongane mung falsafah kehidupan tok...gek ngomongke masalah basis data dan tabel, ngerti2 ngetokke petuah opoooo ngono gak nyambong karo pokok bahasan... yo tak gawe kelas'e gayeng sisan :D goro2 pernah ngomong "rani, tolong jangan ngliatinnya jangan kayak gitu yaa...bikin berdebar" wooo -.- asyueemm, tapi nek tak amuk, malah maringi kata2 filsuf endi...harghtttt...dasar utekku sing rag tekan -.- rag iso nyekak bales... nek mbah gund lak asista dosa jaman 70an :D ngetokke falsafah paling...Roma Irama-masa muda adalah masa yang berapi api :D |
 | Pusing aku baca postingan ini. Sudah seperti pak Si BuaYa yg ngalor ngidul, ternyata mangsude Trie arep menyatakan cinta ke Arie to... |
 | Unggahno mas trie :))  Moga yang ada digambar ini tak membuat Mas Luqman juga patah semangat dalam bergosip sria, hihihi maaf mBah Marto n mBak Arie... iki gambar sampean pas nang solaria lt.2 wingi kae, nuwun |
| trima kasi teman-temaaaaaaannn...
*gandeng mas trie* |
 | astagaaaa....serupun kulewatkan.. |
 | ketinggalan kreta pa Buneee....? hihiii |
 | WIs ngenteni opo meneh, keburu 2012.... :))
* fotone: kelingan eseme terus ora Trie?.... heheheeeee... |
 | salam kenal kembali mBakkk... Nominasi apaan nich mBak...? |
| |