Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

maztrie™ngeblog | kanca iku donga




Bulan Agustus telah memasuki hari akhir, artinya kita semua bangsa Indonesia sudah lepas dari hal-hal yang berbau peringatan Hari Kemerdekaan Republik ini. Pun bersamaan dengan Puasa Ramadan yang nanti bakal diakhiri sebuah kedaulatan dengan nama peringatan Lebaran Idul Fitri, maka saya teringat beberapa tahun yang lalu saat setelah Sholat Ied berdiskusi sejenak dengan saudara sepupu yang kebetulan waktu itu juga baru pulang dari Gereja, tentu dalam nuansa silaturahmi Lebaran Ria.

Dia mengulas cerita yang didapat saat di Gereja, yaitu mengenai pembahasan sebuah buku era tujupuluhan oleh Romo Katolik nya, Jonathan Livingston Seagull (karya Richard Bach).

Sebuah kalimat dia utarakan,
"Tadi aku mendapatkan satu cerita yang cukup menarik, yaitu tentang satu burung Camar bernama Jonathan, Jonathan ini agak lain dari camar-camar pada umumnya. Dia seperti tak terima kalau harus menelan mentah-mentah omongan turun temurun orang tua bangsa camar sebagaimana ~Anakku cukuplah bagi seekor camar kalau bisa terbang sekedarnya untuk mencari ikan-ikan dipantai, tak usahlah berbuat melampaui itu!~"
Jonathan melakukan hal yang berbeda dari emen-teman sebangsanya, dan karena bedanya itulah dia juga lebih memilih diusir dari kelompoknya dibanding harus bergabung dalam kebiasaan berpikir dan berperilaku yang stagnant.

Dengan pokok bahasan seperti itu kita sempet berdiskusi yang intinya adalah perbedaan antara nrima ing pandum dengan cancut taliwanda' yaitu berusaha dan bekerja 'keras serta cerdas.

Bagaimana mau maju kalau hanya nrima dan pasrah sementara usaha secara cerdas tak pernah dilakukan..? Bagaimana bisa menemukan hasil lebih tatkala tak ada usaha keras menyertainya. Nrima ing pandum bukan berarti pasrah Ngalah sebelum usaha dilakukan secara maksimal.

Kemerdekaan sebuah negara dengan julukan Republik ini sudah sama-sama dilalui dengan ditandainya setiap tahun kita selalu melakukan aktivitas peringatan "dirgahayu..!"
Namun sepertinya kita sebagai rakyat yang nasibnya tak jauh dari kawanan Camar musti berpikir dan mencontoh jalan otaknya Jonathan. Jangan pernah mau terdikte oleh sebuah dogma apalagi cerita manis jaman dahulu kala, kedaulatan bisa ditempuh dari kita sebagai umat kecilNYA dengan cara memaksimalkan kebebasan ber-imaginasi juga bermimpi guna melanglang ke alam kemerdekaanNYA itu sendiri. Mampu memberdayakan pikiran secara bebas dari kepicikan karena kita adalah makhluk yang terlahir sebagai manusia dengan dikaruniai akal lebih dibanding makhluk lain.

Sebagai umat manusia yang sekaligus adalah bagian dari anak Bangsa semestinya kita pun tak usah berperilaku picik secara emosional juga.
Saya akui, akan sangat marah jika keberadaan negeri ini dilecehkan oleh negeri lain meskipun negeri itu disisi lain juga mengaku serumpun. Mungkin kalau boleh dibilang itu adalah bagian kecintaan saya pada Republik ini, ya memang Saya Cinta Indonesia.
Akan tetapi apa yang diperbuat oleh saudara-saudara kita dengan melempari tinja dan melakukan perbuatan yang tak mencerminkan sebagai bangsa yang menghargai tata krama sepertinya juga tak patut untuk saya membenarkannya. Terlihat jelas disini bahwa tradisi buruk seringkali kita pertontonkan, sedikit-sedikit berreaksi atas masalah yang dipahami secara sedikit pula.

Hanya saja secara pribadi saya juga tak bisa lantas menyalahkannya, saya musti berpikir ulang bahwa perbuatan seperti itu pun dilakukan bukan tanpa alasan. Karena pihak yang seharusnya berada di garda depan sudah mlempem jika harus dihadapkan pada kondisi semacam ini, bisa jadi karena tak ada celah pada ranah ini untuk sekedar menyampaikan sebuah faham 'pencitraan' diri, lain halnya jika menanggapi sebuah masalah yang menyangkut public figur sebagaimana Ariel PeterPorn, Lunamaya, dan Cut Tari. Maka dengan sigap langsung mengambil sikap, sampai-sampai musti digelar pada dua istana yang berbeda wacana tebar pesonanya.

Pada porsi garda depan ini kenyataannya kita sebagai umat sangat butuh seorang Imam (pimpinan) yang bener-bener bisa  tegas dan juga teges.

Tegas dalam artian bisa mengambil sikap dan bukan hanya (sok) berkata sudah mengutus pejabat berwenang, tegas juga dalam pengambilan keputusan sebagai respon atas perlakuan orang lain terhadap bangsa, disinilah maka tak menutup kemungkinan bakalan menumbuhkembangkan rasa patriotisme, sama sekali bukan surat cinta yang rakyat butuhkan sebagai reaksinya.

Sementara Pemimpin yang teges adalah yang bisa memandu  juga memahami keadaan diri sendiri. Saat anak-anaknya terbakar emosi bisa menenangkan serta memberikan sebuah pernyataan yang menentramkan, bisa menjelaskan langkah yang diambil sebagai bentuk pemposisian diri Bapak Bangsa. Disinilah ketegesan itu terrealisasi.

Kadang tanpa kita sadari bahwa ternyata dari pengambilan keputusan seperti itulah justru kedaulatan itu mampu terkait dan tercetak. Berdaulat artinya mempunyai keahlian dalam menguasai sebuah bidang (competence), menggunakan keikhlasan hati nurani (conscience) dan lebih mempedulikan banyak orang (compassion) dibanding hanya sekelompok golongan apalagi demi kepentingan pribadi.
Jika terus dilakukan dan dipahami dengan disertai sisi pandang berdaulat semacam itu  maka  tak menutup kemungkinan kita bakal bisa merdeka juga pada sisi pendidikan serta kesehatan, mampu mandiri pada sektor minyak dan gas bumi, bisa memerdekakan para tamu wisata serta penggali juga penikmat budaya nusantara. Dengan sendirinya efek yang tercipta pada mata uang pun bakal jauh dari wacana redenominasi.

Puasa masih kita (saya) lalui tentu harapannya bisa meraih kemerdekaan diri di Raya Fitri nanti, semoga rasa cinta makin bisa terus terpupuk dalam diri pula demi negeri ini walaupun kebenarannya rasa bangga masih jauh dari harapan. [uth]

Ilustrasi: burung camar
tak semua pertanyaan butuh jawaban


74 CommentsChronological   Reverse   Threaded
luqmanhakim wrote on Aug 30, '10
Kedaulatan yang cuma jadi wacana, belum pernah terlaksana...
respatikasih wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
Pada porsi garda depan ini kenyataannya kita sebagai umat sangat butuh seorang pimpinan yang bener-bener bisa  tegas dan juga teges.
walah dianya malah sibuk curhat... bikin lagu.. pan mau rekaman lagi atuh
liat deh Menlu-nya Malingsia aja berani koar pedas bereaksi atas demo di embassy mereka... lah Presidenku yang kentara eh tentara, panglima tertinggi abri.. mengkeret...
luqmanhakim wrote on Aug 30, '10
Satu hal yang harusnya kita bangga menjadi Indonesia...
Bintang porno kita sudah mendunia!

baydewey eniwey baswey, tulisan menarik, semoga elo nggak punya temen fundamentalis di MP sampe-sampe tulisan ini bisa dikritik dengan mengatasnamakan keberagaman atas semua agama. (Gw udah ngalamin soalnya...)
respatikasih wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
Berdaulat artinya mempunyai keahlian dalam menguasai sebuah bidang (competence), menggunakan keikhlasan hati nurani (conscience) dan lebih mempedulikan banyak orang (compassion) dibanding hanya sekelompok golongan apalagi demi kepentingan pribadi.
seharusnya memang demikian Trek, tapi conscience nya ketutupan greed
asasayang wrote on Aug 30, '10
Hmm. . . Semoga dpt kemenangan kang!
luqmanhakim wrote on Aug 30, '10
liat deh Menlu-nya Malingsia aja berani koar pedas bereaksi atas demo di embassy mereka... lah Presidenku yang kentara eh tentara, panglima tertinggi abri.. mengkeret...
Nggak begitu Res... Jangan terprovokasi juga. Hari ini 31 Agustus hari ulang tahun kemerdekaan Malaysia yang ke-53, harusnya kita ngucapin dirgahayu Malaysia.

kita 65 tahun merdeka, apa yang udah didapat?

Kesejahteraan masyarakat nol, kemakmuran bangsa nol, kebanggaan atas menjadi Indonesia nol. Pun SBY jadi presiden, apa yang udah dihasilkan?

Hanya kebebasan pers yang kebablasan dan demokrasi yang jadi alat mencari nafkah para politisi, tidak untuk rakyat! Sori bukan mengkontrakan, tapi sedih menjadi Indonesia saat ini, harus ngaca lagi di cermin retak di rumah kita yang reyot dan hampir rubuh. Rumah itu bernama Indonesia...

Maaf bukan promo, coba baca di sini:
"Selamat Hari 31 Agustus"
jipiyanuar wrote on Aug 30, '10
mung mesem koq Trek..
itapage wrote on Aug 30, '10
Satu hal yang harusnya kita bangga menjadi Indonesia...
Bintang porno kita sudah mendunia!
<IipSmiley><IipSmiley>
itapage wrote on Aug 30, '10
Trek....jd tambah down ane mo pulkam dimasa tua. Gak di FB, gak di MP, or berita2 Indo, byk yg kecewa thdp bangsa ini (Indo). Sudah miskin (byk penduduk miskin), miskin mental pula.
respatikasih wrote on Aug 30, '10, edited on Aug 30, '10
Kesejahteraan masyarakat nol, kemakmuran bangsa nol, kebanggaan atas menjadi Indonesia nol. Pun SBY jadi presiden, apa yang udah dihasilkan?

Hanya kebebasan pers yang kebablasan dan demokrasi yang jadi alat mencari nafkah para politisi, tidak untuk rakyat! Sori bukan mengkontrakan, tapi sedih menjadi Indonesia saat ini, harus ngaca lagi di cermin retak di rumah kita yang reyot dan hampir rubuh. Rumah itu bernama Indonesia...
duh disini gak bisa nge-LIKE comment kayak di FB

bukannya terprovokasi Lug, liat SBY ini, lamban sekali bereaksi
kalau dipikir secara objective, kita dengan malaysia juga punya ketergantungan, nyatanya banyak investor2 malaysia yg bantuin perekonomian kita, dari CIMB Niaga, Telkomsel, Indosat, juga yang lain
belum lagi kebutuhan TKW/TKI, ironisnya, disana mereka adalah BUDAK, dikita mereka "Pahlawan Devisa" - banyak orang malaysia yang terlanjur menganggap bangsa kita rendah duuh
jipiyanuar wrote on Aug 30, '10
duh disini gak bisa nge-LIKE comment kayak di FB
hehehe.. mung mesem lagi.
ohtrie wrote on Aug 30, '10
Kedaulatan yang cuma jadi wacana, belum pernah terlaksana...

sudah terlaksana bagi yang punya dana Masss........ Remisi aja bisa berulangkali owkkkk..! :)

walah dianya malah sibuk curhat... bikin lagu.. pan mau rekaman lagi atuh
liat deh Menlu-nya Malingsia aja berani koar pedas bereaksi atas demo di embassy mereka... lah Presidenku yang kentara eh tentara, panglima tertinggi abri.. mengkeret...
mental tempe jebule ya Yuuuuuu, isih gagah simbahkuuuuu.....
wani nembak Landa benerannn...!

Satu hal yang harusnya kita bangga menjadi Indonesia...
Bintang porno kita sudah mendunia!
weks,
edyan ik.... aku ra melu-meluuuuu.... <IipSmiley><IipSmiley>

semoga elo nggak punya temen fundamentalis di MP sampe-sampe tulisan ini bisa dikritik dengan mengatasnamakan keberagaman atas semua agama. (Gw udah ngalamin soalnya...)
Kita tungu saja Mass.....

seharusnya memang demikian Trek, tapi conscience nya ketutupan greed
ketutup besan barang lho Yuuu.... njelehi tenan owkk, njaluk di uncali mercon tenan kali...

Hmm. . . Semoga dpt kemenangan kang!
Amien ,
Allahuma Amienn.... nuwun nDhukk

ohtrie wrote on Aug 30, '10
hehehe.. mung mesem lagi.
dipersilahkan, gratis owk...!
ohtrie wrote on Aug 30, '10
mung mesem koq Trek..
dipersilahkan...!
respatikasih wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
Remisi aja bisa berulangkali owkkkk..! :)
hahaha piye nek jabatan Presiden dikasih remisi wae
ohtrie wrote on Aug 30, '10
duh disini gak bisa nge-LIKE comment kayak di FB
<IipSmiley>Theresia likes this..!

tak gawekke nyoh Yu Thereee.. :)
<IipSmiley>
ohtrie wrote on Aug 30, '10
itapage said
Trek....jd tambah down ane mo pulkam dimasa tua. Gak di FB, gak di MP, or berita2 Indo, byk yg kecewa thdp bangsa ini (Indo). Sudah miskin (byk penduduk miskin), miskin mental pula.
wakakak...
sama ama nenek Irma tuhhh... klita tunggu aja nenek dan Bu Guru jadinya kapann..?
nunggu kalo dah ada pecahan kaca busuk yakk.. :)
roebyarto wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
Anakku cukuplah bagi seekor camar kalau bisa terbang sekedarnya untuk mencari ikan-ikan dipantai, tak usahlah berbuat melampaui itu
Inilah warisan nilai-nilai yang kita gunakan untuk menilai dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Warisan itu dengan serta merta dianggap kebenaran, bahkan satu-satunya kebenaran sehingga menjadi ”false consciousness”.
ohtrie wrote on Aug 30, '10
hahaha piye nek jabatan Presiden dikasih remisi wae
hihi...
susuk grasi oleh juga kok...

apik yuuu....<IipSmiley><IipSmiley>
itapage wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
wakakak...
sama ama nenek Irma tuhhh... klita tunggu aja nenek dan Bu Guru jadinya kapann..?
nunggu kalo dah ada pecahan kaca busuk yakk.. :)
nunggu aliens menduduki Indo, hehehee
jipiyanuar wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
dipersilahkan...!
aku dah cape, wis bolak-balik nyetatus ngritik SBY
tipologi pemimpinku asli saiki: pengecut kacrut!
ora tegas dadine yo ora teges.. sedih dan kecewa jadinya..
yen ora wani perang, mbok wani relasinya dibekukan..
cewekku wae wani je, mosok SileBaY kagak? :)
iipx wrote on Aug 30, '10
kedawaan <IipSmiley><IipSmiley>
henidebudi wrote on Aug 30, '10
Lapor duluu.. :-)
renypayus wrote on Aug 30, '10
dong ra dong sing penting komen :D
ohtrie wrote on Aug 30, '10
Warisan itu dengan serta merta dianggap kebenaran, bahkan satu-satunya kebenaran sehingga menjadi ”false consciousness”.
sedih...
semua ditelan mentah mentah, ayat pun di makan sepotong sepotong....
tak ada hakikat memilah dan memilih atas dasar hati nurani, bukan cuma pikiran untung rugii.. :(
ohtrie wrote on Aug 30, '10
itapage said
menduduki Indo
bukan menduduki,,, Yang ada adalah sesama anak negeri menginjaki wong cilik.... :(
ohtrie wrote on Aug 30, '10
pengecut kacrut!
kudu di adu karo bencong pa yaa...!! huftttt.... :(
ohtrie wrote on Aug 30, '10
iipx said
kedawaan <IipSmiley><IipSmiley>
enak sing dawa Kanggg...!!! :)
ohtrie wrote on Aug 30, '10
Lapor duluu.. :-)
Laporan diterima, kerjakan..!
ohtrie wrote on Aug 30, '10
dong ra dong sing penting komen :D
njuk apa intine komenmu Renn...?!!! :(
itapage wrote on Aug 30, '10
iipx said
kedawaan <IipSmiley><IipSmiley>
artinya?
renypayus wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
njuk apa intine komenmu Renn...?!!! :(
intine sih oot
srisariningdiyah wrote on Aug 30, '10
ehm...

*ra wani ngerusak jurnal, ehm wae lah*
anotherorion wrote on Aug 30, '10
doh pak SBY ki biyen gek dadi tentara kemayu po ya?
srisariningdiyah wrote on Aug 30, '10
coba mas pri golek foto2 jadule sby...
rengganiez wrote on Aug 30, '10
Lapor kang, anuu barusan dpt info, ada sbuah tim khusus bentukan pak beye, lg mengkaji konstitusi mencari celah supaya ntuh babe bisa lanjut satu periode lg...*psttt rahasia ya hehehe*
depingacygacy wrote on Aug 30, '10
*mringis thok*
ohtrie wrote on Aug 30, '10
intine sih oot
potonganmu Rennn...!!!
ohtrie wrote on Aug 30, '10
*ra wani ngerusak jurnal, ehm wae lah*
slepet sendhal Lyly sisan,....!!!
ohtrie wrote on Aug 30, '10
doh pak SBY ki biyen gek dadi tentara kemayu po ya?
wakakakkakk....
dudu aku lho sing ngomonggg...
Kang Priya sing ngendikaaa....!!!
ohtrie wrote on Aug 30, '10
coba mas pri golek foto2 jadule sby...
Terus dari pilihan dibawah ini, manakah yang benar-benar seorang dengan nama A Rafiq Bambang Suinyong terong..?

A                                                                 B                                          C                                    D


Jawablah A jika Gambar A dan B mirip, tapi tidak berhubungan kekerabatan
Jawablah B jika Gambar A dan C betul, tapi tidak berhubungan kepartaian
Jawablah C jika Gambar B dan C betul, tapi tidak sama pendapatan
Jawablah D jika Gambar B dan D memang benar-benar bisa berduet menyanyi "mabuk janda"
Jawablah E Jika A, B, dan C serta E 99% mirip, tapi tidak berhubungan kelamin

[ttd MartoArt]
ohtrie wrote on Aug 30, '10
Lapor kang, anuu barusan dpt info, ada sbuah tim khusus bentukan pak beye, lg mengkaji konstitusi mencari celah supaya ntuh babe bisa lanjut satu periode lg...*psttt rahasia ya hehehe*
Ohhh...
ini team yang di ketuai raja minyak dari Medan itu pa MBak...?
*iya, bisik bisik aja yak...!*
rengganiez wrote on Aug 30, '10
Bukann...ketuanya ini intelek tp sok suci gt..kalo yg suka ngancem potong kuping sendiri kan hanya modal mulut besar. Kalo berani sih ditantang potong kelamin, tp tak berani dia...

Btw ntar paling rame kalo kasus Malaysia sudah menguap..tunggu ae..
ohtrie wrote on Aug 30, '10
.tunggu ae..
otre bakalan tak tunggu (nang prapatan wis)

*apa sisan wae melu ngobok-obok, buku supenir kae di bahas yuklkk...! :)
miftamifta wrote on Aug 30, '10
*nelangsa*
ohtrie wrote on Aug 30, '10
*nelangsa*
bangettt....!
agamfat wrote on Aug 30, '10
merdeka! betul betul betul...
ohtrie wrote on Aug 30, '10
agamfat said
merdeka! betul betul betul...
rirhikyu wrote on Aug 30, '10
seneng gue baca2in komen2nya
rirhikyu wrote on Aug 30, '10
seneng gue baca2in komen2nya
baca tulisan loe juga koq Trie.. xixixixixi
rengganiez wrote on Aug 30, '10
ohtrie said
*apa sisan wae melu ngobok-obok, buku supenir kae di bahas yuklkk...! :)
uwisss....
nitafebri wrote on Aug 30, '10
ohtrie OOT dengan Oh trie seurius emang bedaa yaa.. :)

jadi inget pasal UUD tuh yg kedaulatan ada di tangan rakyat
yg kenyataannya cuma yaa.. gitu deeh..

ipie wrote on Aug 30, '10
Bagaimana mau maju kalau hanya nrima dan pasrah sementara usaha secara cerdas tak pernah dilakukan..? Bagaimana bisa menemukan hasil lebih tatkala tak ada usaha keras menyertainya. Nrima ing pandum bukan berarti pasrah Ngalah sebelum usaha dilakukan secara maksimal.*iJIN copy tulisan ini ya Mas...*
ipie wrote on Aug 30, '10
Nggak begitu Res... Jangan terprovokasi juga. Hari ini 31 Agustus hari ulang tahun kemerdekaan Malaysia yang ke-53, harusnya kita ngucapin dirgahayu Malaysia.

kita 65 tahun merdeka, apa yang udah didapat?

Kesejahteraan masyarakat nol, kemakmuran bangsa nol, kebanggaan atas menjadi Indonesia nol. Pun SBY jadi presiden, apa yang udah dihasilkan?

Hanya kebebasan pers yang kebablasan dan demokrasi yang jadi alat mencari nafkah para politisi, tidak untuk rakyat! Sori bukan mengkontrakan, tapi sedih menjadi Indonesia saat ini, harus ngaca lagi di cermin retak di rumah kita yang reyot dan hampir rubuh. Rumah itu bernama Indonesia...

Maaf bukan promo, coba baca di sini:
"Selamat Hari 31 Agustus"
Setuju Pak Lukman... negara kita sepertinya tinggal menunggu hancurnya saja. Setiap pejabat sudah seperti burung merak yang sibuk mempertontonkan kemolekan untuk dipuji banyak orang.Sementara rakyat semakin sibuk mengais makanan untuk memperpanjang kelangsungan hidup mereka. Keadilan sudah tidak dapat dipertanggung jawabkan lagi. Kebebasan sudah kebablasan, bahkan sesuatu yang sudah tidak sesuai dengan moral makin bebas dipertontonkan. Apakah Indonesia sudah menjadi kapal yang siap karam? Walahu Allam. Semoga para pemimpin dilunakkan hatinya dan diberi kesadaran hingga segera bangkit dari mimpi indah mereka yang justru menyengsarakan rakyat *curahan hati sejak lama..
beautyborneo wrote on Aug 30, '10
hm...
tintin1868 wrote on Aug 30, '10
tegas dan teges beda ya.. kirain sama..
semoga lancar jaya negri ini.. lancar juga puasanya ya ikanmasteri..
finding3mo wrote on Aug 31, '10
tangi turu,,, jih kriyip2 mco tulisan dowo
nggambleh wrote on Aug 31, '10
*tetep ngampet komentar*
mooncatz wrote on Aug 31, '10
kebanyakan orang juga kalo emosi agak keterlaluan :( masa dilempari tinja.. harusna bisa lebih smart dalam bertindak
martoart wrote on Aug 31, '10
Kalau mo benerin indonesia, coba lepas dulu semangat patriotisme dan nasionalisme itu .

Siapa tahu, dua hal itu yang justru bikin kita picik. ibarat camar dalam ceritera, terbang aja jauhi pantai, lari dulu ke gunung.
ohtrie wrote on Aug 31, '10
baca tulisan loe juga koq Trie.. xixixixixi
makasih makasih.... :)

8btwm jadi resign mBak Peb...?
ohtrie wrote on Aug 31, '10
uwisss....
endi..? kok aku ra reti..? :(
ohtrie wrote on Aug 31, '10
ohtrie OOT dengan Oh trie seurius emang bedaa yaa.. :)
bedanya apaan Nitt...? :)
ohtrie wrote on Aug 31, '10
ipie said
iJIN copy tulisan ini ya Mas...*
silahkan Fit....
ohtrie wrote on Aug 31, '10
hm...
mBak Emil kenapaaaa....?
ohtrie wrote on Aug 31, '10
tegas dan teges beda ya.. kirain sama..
semoga lancar jaya negri ini.. lancar juga puasanya ya ikanmasteri..
yups beda lah mBakk....

makasih mBak Tin.....
ohtrie wrote on Aug 31, '10
tangi turu,,, jih kriyip2 mco tulisan dowo
nggak wajib kok ukume macaa Lik Nemmm... :)
ohtrie wrote on Aug 31, '10
*tetep ngampet komentar*
di merdekakan..!
ohtrie wrote on Aug 31, '10
harusna bisa lebih smart dalam bertindak
itu lah akibat sedikit sedikit berreaksi atas informasi yang didapat sedikit pula mBak.. :(
ohtrie wrote on Aug 31, '10
Kalau mo benerin indonesia, coba lepas dulu semangat patriotisme dan nasionalisme itu .

Siapa tahu, dua hal itu yang justru bikin kita picik. ibarat camar dalam ceritera, terbang aja jauhi pantai, lari dulu ke gunung.
oh
coba bisa dipahami nanti deh mBah... nuwun...
rengganiez wrote on Aug 31, '10
ohtrie said
endi..? kok aku ra reti..? :(
didelikke...
ohtrie wrote on Aug 31, '10
didelikke...
aku blas drg maca isine ki mBakk......
rung kober... :(
jatiagung wrote on Aug 31, '10
mbien aku ora milih kok... mbuh sapa sing milih pemimpin ngunu.
Add a Comment